Sistem Politik Orde Lama

Sistem Politik Orde Lama

 

Disusun oleh:

Dinda Faradina (090907107)

 

 Departemen Ilmu Administrasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

T.A. 2012/2013

 

 

 

 1. PENDAHULUAN

Setiap negara memiliki system politik di negaranya masing-masing. System politik yang dianut tersebut itulah yang mempengaruhi situasi pemerintahan di negaranya. System politik selalu berubah dari waktu ke waktu disesuaikan dengan faktor ekonomi, masyarakat, gaya sosial serta faktor eksternal (global) yang mampu mempengaruhi negaranya. Di Indonesia sendiri, Sistem Politik negaranya telah mengalami tiga kali transisi. Masa pertama yang dimulai dengan Sistem Politik Orde Lama, Sistem Politik Orde Reformasi, Sistem Politik Orde Baru. dan kali ini akan dibahas system politik orde lama.

 

Sejarah sistem pemerintahan Indonesia dimulai dari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Dengan adanya proklamasi berarti lahirlah suatu negara baru yang bernama Indonesia dengan segala kepemerintahannya yang diatur Indonesia sendiri. Seiring berjalannya waktu, ternyata sistem pemerintahan Indonesia terus mengalami perubahan. Perubahan inilah yang kemudian yang akan kita kaji sebagai suatu sistem perbandingan. Dari waktu ke waktu, setiap perubahan itu membawa ciri tersendiri

 

 2. DEFINISI

 Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya untuk mengetahui dahulu definisi dari system, politik, system politik dan system politik orde lama.

 a. Pengertian Sistem

Sistem adalah suatu kesatuan yang terbentuk dari beberapa unsur (elemen). Unsur, Komponen, Atau bagian yang banyak ini satu sama lain berada dalam keterkaitan yang saling kait mengait dan fungsional. Sistem dapat diartikan pula sebagai suatu yang lebih tinggi dari pada sekedar merupakan cara, tata, rencana, skema, prosedur atau metode.

  b. Pengertian Politik

Politik berasal dari kata “ polis” (negara kota), yang kemudian berkembang menjadi kata dan pengertian dalam barbagai bahasa. Aristoteles dalam Politics mengatakan bahwa “pengamatan pertama – tama menunjukan kepada kita bahwa setiap polis atau negara tidak lain adalah semacam asosiasi.

Istilah politik dalam ketatanegaraan berkaitan dengan tata cara pemerintahan, dasar dasar pemerintahan, ataupun dalam hal kekuasaan Negara. Politik pada dasarnya menyangkut tujuan-tujuan masyarakat, bukan tujuan pribadi. Politik biasanya menyangkut kegiatan partai politik, tentara dan organisasi kemasyarakatan. Disimpulkan, didapat bahwa politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan kebijakan dan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu.

 c. Pengertian Sistem Politik

Sistem Politik adalah berbagai macam kegiatan dan proses dari struktur dan fungsi yang bekerja dalam suatu unit atau kesatuan (masyarakat/negara). Masa orde lama adalah masa pencarian bentuk implementasi Pancasila terutama dalam sistem kenegaraan

Menurut Drs. Sukarno, sistem politik adalah sekumpulan pendapat, prinsip, yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur individu atau kelompok individu satu sama lain atau dengan Negara dan hubungan Negara dengan Negara.

Menurut Rusadi Kartaprawira adalah Mekanisme atau cara kerja seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik yang berhubungan satu sama lain dan menunjukkan suatu proses yang langggeng

 

Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan, upaya-upaya mewujudkan tujuan, pengambilan keputusan, seleksi dan penyusunan skala prioritasnya. Sistem politik Indonesia dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa dan mencapai tujuan nasional maka harus sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Dalam menyelenggarkan  politik negara, yaitu keseluruhan penyelenggaraan politik dengan memanfaatkan dan mendayagunakan segala kemampuan aparatur negara serta segenap daya dan dana demi tercapainya tujuan nasional dan terlaksananya tugas negara sebagaimana yang ditetapkan dalam UUD 1945.

 

Sebagai suatu sistem, sistem politik terdiri atas berbagai sub sistem antara lain sistem kepartaian, sistem pemilihan umum, sistem budaya politik dan sistem peradaban politik lainnya. Dalam eksistensinya sistem politik akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan tugas dan fungsi pemerintahan serta perubahan dan perkembangan yang ada dalam faktor lingkungan. Politik adalah semua lembaga-lembaga negara yang tersebut di dalam konstitusi negara ( termasuk fungsi legislatif, eksekutif, dan yudikatif ). Dalam Penyusunan keputusan-keputusan kebijaksanaan diperlukan adanya kekuatan yang seimbang dan terjalinnya kerjasama yang baik antara suprastruktur dan infrastruktur politik sehingga memudahkan terwujudnya cita-cita dan tujuan-tujuan masyarakat/Negara. Dalam hal ini yang dimaksud suprastruktur politik adalah Lembaga-Lembaga Negara. Lembaga-lembaga tersebut di Indonesia diatur dalam UUD 1945 yakni MPR, DPR, DPD, Presiden dan Wakil Presiden, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial. Lembaga-lembaga ini yang akan membuat keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kepentingan umum. Badan yang ada di masyarakat seperti Parpol, Ormas, media massa, Kelompok kepentingan (Interest Group), Kelompok Penekan (Presure Group), Alat/Media Komunikasi Politik, Tokoh Politik (Political Figure), dan pranata politik lainnya adalah merupakan infrastruktur politik, melalui badan-badan inilah masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya. 

 

Orde Lama adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soekarno di Indonesia. Masa orde lama yaitu masa pemerintahan yg dimulai dari proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 sampai masa terjadinya G30 S PKI. Dizaman orde lama partai yang ikut pemilu sebanyak lebih dari 25 partai peserta pemilu. Masa orde lama ideologi partai berbeda antara yang satu dengan lainnya, ada Nasionalis PNI-PARTINDO-IPKI-dll, Komunis PKI; Islam NU-MASYUMI- PSII-PI PERI, Sosialis PSI-MURBA, Kristen PARKINDO dll. Pelaksanaan Pemilu pada Orde Lama hampir sama seperti sekarang.Masa orde lama adalah masa pencarian bentuk implementasi Pancasila terutama dalam sistem kenegaraan. Pancasila diimplementasikan dalam bentuk yang berbeda-beda pada masa orde lama. Terdapat 3 periode implementasi Pancasila yang berbeda, yaitu periode 1945-1950, periode 1950-1959, dan periode 1959-1966.

 

Orde Lama telah dikenal prestasinya dalam memberi identitas, kebanggaan nasional dan mempersatukan bangsa Indonesia. Namun demikian, Orde Lama pula yang memberikan peluang bagi kemungkinan kaburnya identitas tersebut (Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945). Beberapa peristiwa pada Orde Lama yang mengaburkan identitas nasional kita adalah; Pemberontakan PKI pada tahun 1948, Demokrasi Terpimpin, Pelaksanaan UUD Sementara 1950, Nasakom dan Pemberontakan PKI 1965.

 

Pada pemerintahan system politik orde lama, masyarakat masih belum memiliki kesadaran berpolitik. Hal tersebut disebabkan rendahnya tingkat pendidikan/pengetahuan seseorang sehingga pemahaman dan kesadaran mereka terhadap politik masih sangat kecil atau tidak ada sama sekali terhadap sistem politik. Kelompok ini akan ditemukan di berbagai lapisan masyarakat. Disini, sistem politik masih bersifat tradisional dan sederhana, dengan ciri khas spesialisasi masih sangat kecil. Maka dari itu, pada masa system ini terdapat begitu banyak partai yang muncul dengan ideology-ideologi baru dan berbeda yang mencoba menguasai gaya pemikiran masyarkat. Pada masa orde lama, negara Indonesia diterpa kekacauan pemerintahan, perekonomian serta pendidikan. kekacauan tersebut terus berlanjut hingga mulai mereda pada masa Soekarno diturunkan.

 

 3. PEMBAHASAN

Orde Lama merupakan sebutan bagi masa pemerintahan yang dijalankan oleh Presiden Soekarno di Indonesia. Ir. Soekarno adalah presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 – 1966.  Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial, yang isinya – berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan darat – menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen.

Orde Lama berlangsung dari tahun 1945 hingga 1968. Dalam jangka waktu tersebut, Indonesia menggunakan bergantian sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi komando. Di saat menggunakan sistem ekonomi liberal, Indonesia menggunakan sistem pemerintahan parlementer. Presiden Soekarno di gulingkan waktu Indonesia menggunakan sistem ekonomi komando. Di pemerintahan Soekarno malah terjadi pergantian sistem pemerintahan berkali-kali. Liberal, terpimpin, dsb mewarnai politik Orde Lama. Pemberontakan PKI pun sebagian dikarenakan oleh kebijakan Orde Lama. PKI berhaluan sosialisme/komunisme (Bisa disebut Marxisme atau Leninisme) yang berdasarkan asas sama rata, jadi faktor pemberontakan tersebut adalah ketidakadilan dari pemerintah Orde Lama.

Pada masa Orde lama, Pancasila dipahami berdasarkan paradigma yang berkembang pada situasi dunia yang diliputi oleh tajamnya konflik ideologi. Masa orde lama adalah masa pencarian bentuk implementasi Pancasila terutama dalam sistem kenegaraan. Pancasila diimplementasikan dalam bentuk yang berbeda-beda pada masa orde lama. Pada saat itu, kondisi politik dan keamanan dalam negeri diliputi oleh kekacauan dan kondisi sosial-budaya berada dalam suasana transisional dari masyarakat terjajah (inlander) menjadi masyarakat merdeka.Menurut ahli ketatanegaraan di Indonesia, Indonesia pernah mengalami 5 pergantian system pemerintahan. Dan 4 diantaranya terjadi pada masa orde lama. Diantaranya:

 

a.    Periode 17 Agustus 1945-27 Desember 1949

b.    Periode 27 Desember 1949-17 Agustus 1950

c.    Periode 17 Agustus 1950-5 Juli 1959

d.   Periode 5 Juli 1959 (masa UUD 1945 pasca Dekrit Presiden).

 

Dari setiap perubahan ini, dapat kita bandingkan bagaimana sistem pemerintahan Indonesia pada masing-masing periode. Dimana uraian dari masing-masing periode akan dipaparkan sebagai berikut:

 

 a. Sistem Pemerintahan RI (Periode 17 Agustus 1945-27 Desember 1949).

Dengan adanya Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia telah merdeka dan tidak terikat lagi oleh kekuatan asing atau penjajah manapun. Indonesia adalah suatu negara yang merdeka dengan segala alat perlengkapan ketatanegaraannya. Beberapa poin penting pada masa itu adalah :

  • Konstitusi yang dipakai adalah UUD 1945 yang ditetapkan dan disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945.
  • Bentuk negara Indonesia adalah kesatuan.
  • Sistem pemerintahannya adalah presidensiil yang bergeser ke parlementer.

Sistem pemerintahan yang diamanatkan oleh UUD pada saat itu sebenarnya adalah sistem presidensiil. Kepala negara sekaligus menjabat sebagai kepala pemerintahan dan menteri-menteri bertanggung jawab kepada presiden. Tetapi ternyata, sistem presidensiil ini tidak bertahan lama. Menurut ketentuan Pasal IV Aturan Peralihan UUD 1945, sebelum MPR, DPR, dan Dewan Pertimbangan Agung terbentuk, presiden akan menjalankan kekuasaannya dengan bantuan sebuah Komite Nasional. Berarti kedudukan Komite Nasional hanyalah sebagai pembantu presiden.

Nyatanya pada tanggal 16 Oktober 1945, dengan dikeluarkannya Maklumat Wakil Presiden No X yang menyatakan bahwa KNIP sebelum terbentuknya MPR dan DPR diserahi kekuasaan legeslatif dan ikut menetapkan GBHN. KNIP sendiri dijalankan oleh sebuah Badan Pekerja yang bertanggung jawab kepada KNIP (bukan kepada presiden). Badan Pekerja ini diketuai oleh Sutan Syahrir. (Erman Muchjidin,1986:26-27). Berarti dengan dikeluarkannya Maklumat Wakil Presiden No X tersebut, KNIP yang semula berperan sebagai pembantu presiden berubah menjadi badan legeslatif yang merangkap fungsi sebagai DPR dan MPR sekaligus. Menteri-menteri kemudian tidak bertanggung jawab lagi kepada presiden, tetapi bertanggung jawab kepada KNIP. Tanggal 14 November 1945 terbentuklah kabinet parlementer dengan PM Sutan Syahrir. Berarti sistem presidensiil telah beralih menjadi sistem parlementer. (Dasril Radjab,1884:90).

  •  Sitem kepartaian masa itu adalah sistem multipartai. (Erman Muchjidin,1986:27).

Sistem multipartai ini berawal dari dikeluarkannya Maklumat Badan Pekerja KNIP tanggal 3 November 1945 yang berisi anjuran agar pemerintah dan rakyat mendirikan partai-partai politik sebagai sarana pembantu perjuangan bangsa Indonesia.

Alat perlengkapan negaranya terdiri dari :

 

  • Presiden dan wakil presiden
  • Menteri-menteri
  • Majelis Permusyawaratan Rakyat
  • Dewan Perwakilan Rakyat (Karena MPR dan DPR pada masa itu belum terbentuk, maka fungsi MPR dan DPR dipegang oleh KNIP sekaligus).
  • Dewan Pertimbangan Agung.
  • Mahkamah Agung
  • Badan Pemeriksa Keuangan. (Dasril Radjab,1884:90).

 

  1. Sistem Pemerintahan RI (27 Desember 1949-17 Agustus 1950).

Diawali dari adanya Konferensi Meja Bundar yang secara jelas menyebutkan keberadaan dari Republik Indonesia Serikat. Salah satu hasil dari KMB sendiri menyebutkan dibentuknya Uni Indonesia Belanda, yang terdiri dari dua negara yaitu RIS dan Belanda. Berarti negara Indonesia saat itu telah berubah menjadi negara serikat. Pengakuan kedaulatan oleh Belanda kepada RIS yang sekaligus menandai perubahan Indonesia menjadi negara serikat ini terjadi pada tanggal 27 Desember 1949. (Erman Muchjidin,1986:33).

  • Konstitusi yang berlaku pada masa itu adalah Konstitusi RIS 1949.

 Bentuk negara RIS adalah federasi, terbagi dalam 7 buah negara bagian dan 9 buah satuan kenegaran yang kesemuanya bersatu dalam ikatan federasi RIS. (Erman Muchjidin,1986:36).

  •  Sistem pemerintahannya adalah parlementer

 

System pemerintahan parlementer ditandai dengan terbentuknya Senat RIS yang beranggotakan wakil-wakil dari negara bagian. Sistem kabinetnya disebut dengan Kern Kabinet, yaitu PM, Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertahanan, Menteri Keuangan, dan Menteri Ekonomi mempunyai kedudukan yang istimewa. Dalam mengambil keputusan mereka mempunyai kekuatan yang sama dengan kekuatan Dewan Menteri. Menteri-menteri tersebut baik secara sendiri-sendiri atau pun bersama-sama bertanggung jawab kepada DPR. Untuk Indonesia, wakil-wakilnya tergabung dalam DPR. (Erman Muchjidin,1986:35).

Alat perlengkapan RIS terdiri dari :

 

  • Presiden
  • Menteri-menteri
  • Senat
  • Dewan Perwakilan Rakyat
  • Mahkamah Agung Indonesia
  • Dewan Pengawas Keuangan (BAB III Perlengkapan Republik Indonesia Serikat tentang Ketentuan Umum UUD RIS 1949).

 

  1. Sistem Pemerintahan RI (17 Agustus 1950-5 Juli 1959).

 

Konstitusi RIS ternyata tidak berumur panjang. Hal ini disebabkan isi konstitusi tersebut tidak mengakar dari kehendak rakyat dan bukan pula merupakan keputusan politik dari rakyat Indonesia. Akibatnya, timbul tuntutan dimana-mana untuk kembali ke negara kesatuan. Satu per satu negara atau daerah bagian menggabungkan diri kembali ke dalam RI. Negara bagian yang lain juga semakin sulit diperintah. Ini jelas akan mengurangi kewibawaan negara serikat.

 

Untuk mengatasi keadaan tersebut akhirnya Pemerintah Indonesia Serikat mengadakan musyawarah dengan Pemerintah Negara Republik Indonesia. Dalam musyawarah tersebut dicapai kesepakatan bahwa akan bersama-sama melaksanakan negara kesatuan sebagai jelmaan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Proklamasi 17 Agustus 1945 dan untuk itu diperlakukan UUD Sementara. Akhirnya dibentuklah panitia yang bertugas merencanakan sebuah rancangan UUDS Negara Kesatuan Republik Indonesia. Panitia tersebut dipimpin oleh Soepomo untuk RIS dan Abdul Halim untuk RI. Melalui UU Federal No 17 Tahun 1950 (LN RIS 1950 No 56) ditetapkan perubahan KRIS 1949 menjadi UUDS 1950.

 

UU tersebut hanya berisi dua pasal, yaitu :

  • Pasal 1,“ Berisikan tentang perubahan KRIS 1949 menjadi UUDS 1950 dan setelah itu dimuat selengkapnya naskah dari UUDS 1950, yang terdiri dari mukadimah dan batang tubuhnya”.
  • Pasal 2,“ Menentukan tentang mulai berlakunya UUDS 1950, yakni pada tanggal 15 Agustus 1950”.(Dasril Radjab,1994:98).

 

  •  Konstitusi yang berlaku adalah UUDS 1950.

Dikatakan sebagai UUDS karena memang UUD ini bersifat sementara. Pemerintah Indonesia pada masa itu membentuk suatu badan yang bernama badan konstituante dimana tugas mereka adalah menyusun UUD.

  •  Bentuk negara menurut UUDS 1950 adalah negara kesatuan.

 Pasal 1 ayat 1 UUDS 1950 meyatakan bahwa RI yang merdeka dan berdaulat ialah negara hukum yang demokratis dan berbentuk kesatuan (Dasril Radjab,1994:102).

  •  Sistem pemerintahan menurut UUDS 1950 adalah parlementer.

 Dalam Pasal 83 ayat 2 UUDS 1950 dinyatakan bahwa menteri-menteri bertanggung jawab atas seluruh kebijaksanaan pemerintah baik bersama-sama untuk seluruhnya, maupun masing-masing untuk bagiannya sendiri-sendiri kepada DPR. (Dasril Radjab,1994:103).

  •  Sistem kepartaian masa itu adalah multipartai.

 Pemilu tahun 1955 untuk pertama kalinya dilaksanakan untuk memilih anggota konstituante.

 Alat perlengkapan negara menurut Pasal 44 UUDS 1950 adalah:

 

  • Presiden dan Wakil Presiden
  • Menteri-menteri
  • Dewan Perwakilan Rakyat
  • Mahkamah Agung
  • Dewan Pengawas Keuangan (Erman Muchjidin,1986:40).

 

  1. Sistem Pemerintahan RI (5 Juli 1959-pasca Dekrit Presiden).

 

Konstituante yang diharapkan dapat merumuskan UUD guna menggantikan UUDS 1950 ternyata tidak mampu menyelesaikan tugasnya. Hal ini jelas akan menimbulkan keadaan ketatanegaraan yang membahayakan persatuan dan keselamatan negara. Presiden selaku Panglima Tertinggi Angkatan Perang mengeluarkan Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959. Isi dari Dekrit tersebut salah satunya adalah memberlakukan kembali UUD 1945 dan tidak berlaku kembali UUDS 1950. (Dasril Radjab,1994:106).

  •  Konstitusi yang dipakai adalah UUD 1945.
  •  Bentuk negara adalah kesatuan
  •  Sistem pemerintahannya adalah presidensiil

 

Presiden sebagai kepala negara sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Menteri-menteri bertanggung jawab kepada presiden. (Dasril Radjab,1994:108). Sistem presidensiil ini kelanjutannya akan menjadi presidensiil terpimpin. Presiden justru sebagai Pimpinan Besar Revolusi, segala kebijaksanaan ada di tangannya.

 Alat-alat perlengkapan negara setelah keluarnya Dekrit Presiden adalah :

 

  • Presiden dan menteri-menteri
  • DPR Gotong Royong
  • MPRS
  • DPAS
  • Badan Pemeriksa Keuangan
  • Mahkamah Agung (Soehino,1992:148).

 

Beberapa penyimpangan yang terjadi pada masa setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah :

 

  • Berlakunya demokrasi terpimpin dengan penafsiran bahwa presiden memegang kepemimpinan yang tertinggi di tangannya, menjadikan dirinya selaku Pimpinan Besar Revolusi dan konsep Nasakom dalam kehidupan bangsa. Padahal yang dimaksud dengan terpimpin menurut UUD 1945 adalah terpimpin dengan hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Sedangkan konsep Nasakom berakibat pada PKI dapat menguasai lembaga negara.
  • Dalam SU MPRS Tahun 1963 Soekarno ditetapkan sebagai presiden seumur hidup. GBHN Indonesia pada pidato Presiden tanggal 17 Agustus 1960 ditetapkan menjadi Manipol/USDEK (UUD 1945, Sosialis Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin dan Kepribadian Nasional).
  • Pemusatan kekuasaan pada presiden tidak saja menjurus kepada pemujaan individu dan menghilangkan fungsi dari lembaga negara yang ada karena lembaga negara yang telah dibentuk itu tunduk pada presiden. Orang-orang yang duduk dalam lembaga negara tidak didapat dari hasil pemilu tapi dipilih langsung oleh presiden.
  • Presiden membubarkan DPR hasil pemilu karena tidak menyetujui usul RAPBN dari presiden.
  • Desakan PKI membuat Indonesia keluar dari PBB. PKI berhasil membuat Indonesia meninggalkan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan dibelokkan ke komunis atau poros-porosan (Jakarta-Peking-Pyongyang). Indonesia juga melakukan konfrontasi dengan Malaysia. Akibatnya Indonesia makin terasingkan dimata internasional. (Erman Muchjidin,1986:57).

 4. Penutup

 Pengertian dari sistem pemerintahan Indonesia adalah suatu hubungan fungsional yang terdiri dari lembaga-lembaga eksekutif, legeslatif, maupun yudikatif yang menjalankan tugas kepemerintahan di Indonesia.

 

Namun pada akhirnya, Orde Lama telah dikenal prestasinya dalam memberi identitas, kebanggaan nasional dan mempersatukan bangsa Indonesia. Namun demikian, Orde Lama pula yang memberikan peluang bagi kemungkinan kaburnya identitas tersebut (Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945). Beberapa peristiwa pada Orde Lama yang mengaburkan identitas nasional kita adalah; Pemberontakan PKI pada tahun 1948, Demokrasi Terpimpin, Pelaksanaan UUD Sementara 1950, Nasakom dan Pemberontakan PKI 1965.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Lima Adi Sekawan. 2006. Lengkap UUD 1945 (dalam Lintasan Amandemen) dan UUD (yang pernah berlaku) di Indonesia. Jakarta :-

 

Muchjidin, Erman. 1986. Tata Negara. Bandung : Yudhistira.

 

Radjab, Dasril. 1994. Hukum Tata Negara Indonesia. Yogyakarta : PT Rineka Cipta.

 

Soehino. 1992. Hukum Tata Negara Indonesia. Yogyakarta : Liberty

 

indonesia : means by bureaucrazy

ironic, six letters that representing the condition of bureaucracy in Indonesia. 

six letters that describe the slow performance, complex system, unclear regulation and unbelievable output of public institution in this lovely nation. it has been so long, those all public institution run in a worst bureaucracy, neither education or health. even justice. nothing goes better in this country although a dozen students have died in  the reform era in 1998. nothing goes better even until this day. and no one agreed to spread the good news that would happened in Indonesia except shortly before the election.

hundred of millions people weeping for their country that led by the humans who only keep promise. how  tears has not stop to flood the earth though since Indonesia’s independence day was proclaimed.

no need to winded long words to spread the whole of horrors that occurred. let me tell you how sad is the education in indonesia.

indonesia got 286 trillion IDR as education budgetary. but there still 12 million child dropped out of school. so where did the money gone?

we know every child, every students who in needs are got rights to receive scholarship from the government. but until this day, only private institution who did cares. i’m sorry to wrote this. but every human got rights to spoke out their arguments. this is a democracy nation, isn’t it? yes, a democracy nation with a bureaucrazy mind inside.

as a student, i know the one who ever got three times failed in reach the scholarship from the public education institute although she had fulfill the qualification, got up than 3,4 as gpa, but still failed. instead, the others who got 2,4 as gpa, plus got cars to rides for campus is the one who got the scholars. well then, maybe the institutes doesn’t need to attach such announcement likes : gpa up than 3,0 , active in organization, doesn’t receive any scholarship, etc. if the one who receive is opposed the qualification. maybe the institute could change their announcement likes : gpa below than 3,0, got cars to rides for campus, got relation to the internal of institute. that’s much better than they lie to the entire of campus. and instead, they receive the candidates who oppose the qualification that exist!

well then, i got my estimation. that 40 percent students got scholarship because they are awarded, the 30 percent got because they are need it, and the 30 percent else got because they got links to the internal of the institution itself. 

the one who got the relation to the internal might have a great power of relationship. a public institute can give an output and service faster to the people if the people have relation to the internal public institute, than if they have to give service and output to unknown or maybe the ordinary people. how a worst bureaucracy. how a relationship give a loyalty in facing everything. so let’s race to expand your partner. because nowadays, most people doesn’t see “who in needs”, but “who in links”.

no need to avoid, this is the fact and we all know this is as a public secret.

let’s pray for our indonesia, hope it would get well soon. cured form the sickness that called bureaucrazy.

Image

it’s only a notes by a novice WHO LOVES INDONESIA.

indonesia : means by bureaucrazy

ironic, six letters that representing the condition of bureaucracy in Indonesia. 

six letters that describe the slow performance, complex system, unclear regulation and unbelievable output of public institution in this lovely nation. it has been so long, those all public institution run in a worst bureaucracy, neither education or health. even justice. nothing goes better in this country although a dozen students have died in  the reform era in 1998. nothing goes better even until this day. and no one agreed to spread the good news that would happened in Indonesia except shortly before the election.

hundred of millions people weeping for their country that led by the humans who only keep promise. how  tears has not stop to flood the earth though since Indonesia’s independence day was proclaimed.

no need to winded long words to spread the whole of horrors that occurred. let me tell you how sad is the education in indonesia.

indonesia got 286 trillion IDR as education budgetary. but there still 12 million child dropped out of school. so where did the money gone?

we know every child, every students who in needs are got rights to receive scholarship from the government. but until this day, only private institution who did cares. i’m sorry to wrote this. but every human got rights to spoke out their arguments. this is a democracy nation, isn’t it? yes, a democracy nation with a bureaucrazy mind inside.

as a student, i know the one who ever got three times failed in reach the scholarship from the public education institute although she had fulfill the qualification, got up than 3,4 as gpa, but still failed. instead, the others who got 2,4 as gpa, plus got cars to rides for campus is the one who got the scholars. well then, maybe the institutes doesn’t need to attach such announcement likes : gpa up than 3,0 , active in organization, doesn’t receive any scholarship, etc. if the one who receive is opposed the qualification. maybe the institute could change their announcement likes : gpa below than 3,0, got cars to rides for campus, got relation to the internal of institute. that’s much better than they lie to the entire of campus. and instead, they receive the candidates who oppose the qualification that exist!

well then, i got my estimation. that 40 percent students got scholarship because they are awarded, the 30 percent got because they are need it, and the 30 percent else got because they got links to the internal of the institution itself. 

the one who got the relation to the internal might have a great power of relationship. a public institute can give an output and service faster to the people if the people have relation to the internal public institute, than if they have to give service and output to unknown or maybe the ordinary people. how a worst bureaucracy. how a relationship give a loyalty in facing everything. so let’s race to expand your partner. because nowadays, most people doesn’t see “who in needs”, but “who in links”.

no need to avoid, this is the fact and we all know this is as a public secret.

let’s pray for our indonesia, hope it would get well soon. cured form the sickness that called bureaucrazy.

Image

it’s only a notes by a novice WHO LOVES INDONESIA.

Distribution Mix

Definisi Distribution Mix dan 5 Komponennya
A. Pengertian Distribution Mix
Distribution Mix adalah suatu penggabungan lima buah komponen yang merupakan dasar pembentuk biaya distribusi. Yaitu Komunikasi, Transportasi, fasilitas, persediaan, dan unitisasi yang keseluruhannya dijalankan secara berkesinambungan untuk mendukung kegiatan penyaluran barang dan jasa dari suatu perusahaan kepada retailer sehingga berjalan secara maksimal dan mencapai efisiensi baik dari segi waktu maupun biaya. Distribution Mix Merupakan bagian penting dari bauran pemasaran, memastikan bahwa produk yang benar sampai ke tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Distribution Mix akan memungkinkan Perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan dalam bisnisnya atau untuk perubahan eksternal yang mempengaruhi bisnis perusahaannya, seperti perubahan teknologi atau biaya transportasi meningkat.

B. Penjabaran Komponen Distribution Mix

a. Komunikasi
Komunikasi merupakan suatu kegiatan penyaluran informasi yang dilakukan antara satu pihak dengan pihak yang lain yang terlibat dalam proses penyaluran distribusi. Dimana terdapat banyak pihak yang terlibat dalam arus saluran distribusi, dan butuh biaya dalam prosesnya. Komunikasi membantu penghematan terutama dari segi waktu. Apabila komunikasi terhambat maka akan menimbulkan gangguan dalam distribusi, sehingga hambatannya harus diminimalkan dengan alat-alat yang mendukung. Komunikasi melibatkan bidang sistem pemrosesan pesanan, system penagihan, dan sistem perkiraan kebutuhan. Untuk itu diperlukan sejumlah biaya dalam pelaksanaannya.

b. Transportasi
Tranportasi dapat didefinisikan sebagai usaha mengangkut atau membawa barang dari produsen hingga ke retailer dalam ruang lingkup geografi dan melibatkan alat-alat, jaringan transportasi, pelayanan transportasi dan sistem transportasi lainnya. Dimana Perjalanan dilakukan melalui suatu lintasan tertentu yang menghubungkan asal dan tujuan, menggunakan alat angkut atau kendaraan dengan kecepatan tertentu. Aspek penting dari transportasi berkaitan dengan hal-hal seperti model transportasi yang akan digunakan, apakah akan membeli atau menyewa (leasing) kendaraan, bagaimana menyusun jadwal pengiriman, dan seberapa sering melakukan pengiriman

c. Fasilitas
Fasilitas merupakan segala sesuatu sarana dan perlengkapan yang tersedia untuk memudahkan suatu kegiatan ataupun pekerjaan yang sedang dilaksanakan sesorang. Fasilitas yang dipilih sangat mempengaruhi hasil akhir logistik. Fasilitas meliputi : pabrik, gudang, toko-toko pengecer. Seleksi terhadap alternatif lokasi dapat memberikan keunggulan kompetitif. Keputusan tentang fasilitas berkaitan dengan persoalan seberapa banyak gudang dan pabrik yang harus didirikan dan dimana gudang tersebut harus ditempatkan.

d. Persediaan
Komponen persediaan merupakan hal penting dalam proses distribusi. Persediaan adalah pasokan sejumlah barang yang disimpan dan dipelihara sebelum akan disalurkan ataupun dipasarkan ke lapangan. Program persediaan harus diusahakan sehat, maka perlu menjadi perhatian Kualitas, mutu kebiasaan pemakai, Kualitas produk yang dihasilkan perusahaan, Pemilihan transportasi, serta Persiapan dana untuk persediaan. Persediaan memerlukan sejumlah keputusan seperti seberapa banyak persediaan yang harus disimpan, dimana disimpan, dan seberapa besar pesanan yang harus dilakukan adalah hal-hal yang penting.

e. Unitisasi
Unitisasi merupakan suatu Cara untuk mengefisiensi biaya distribusi, dimana hal ini dilakukan dengan cara suatu produk akan dikemas dan kemudian diakumulasikan kedalam unit yang lebih besar (misal: peti kemas, satu beban palet). Dimana kegiatan unitisasi ini dapat berpengaruh pada keekonomisan distribusi. Kegiatan penghimpunan kemasan barang ataupun yang biasa disebut dengan unitisasi ini dapat mempermudah penanganan pengangkutan barang ke alat transport untuk didistribusikan, menjaga keamanan barang serta jaminan akan keuntuhan barang yang dikirim tetap terjamin.

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Blog at WordPress.com.